
Pandemi COVID-19 masih terjadi di Indonesia, angka peningkatan kasusya juga tak main-main. Penderita COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh umumnya bisa kembali seperti sediakala, namun ada pula sebagian penderita yang masih alami gejala tertentu.
Gejala-gejala tersebut bahkan bisa dirasakan hingga lebih dari empat minggu setelah penderita dinyatakan sembuh melalui hasil tes yang negatif. AGEN POKER ONLINE
Fenomena ini disebut sebagai long COVID-19 beberapa riset menunjukan sekitar 10 persen penderita COVID-19 akan mengalami gejala jangka panjang penyakit ini.
Jadi memang kalau dilihat dari proporsi umumnya adalah mereka yang menderita komorbidnya cukup berat. Dampaknya cukup berat di paru-parunya," kata dr Raditys Susilo, Spesialis Penyakit Dalam.
COVID-19 bukan sekadar infeksi paru
Gangguan kesehatan sebagai dampak jangka panjang pasca-COVID-19 sangat beragam. Di antaranya adalah kelelahan, jantung berdebar-debar, sesak napas, nyeri persendian, brain fog atau pikiran berkabut (masalah ingatan dan konsentrasi), ruam, sakit dada, kehilangan penciuman, masalah penglihatan, bahkan ada yang melaporkan kerontokan rambut.
Peneliti belum menemukan penyebab sebagian pasien COVID-19 memiliki gejala yang lebih persisten dari yang lainnya. Beberapa gangguan kesehatan berkepanjangan pasca-COVID-19 ini juga belum dapat dijelaskan secara pasti.
Para ahli menduga, kondisi ini mungkin terkait dengan disfungsi pada sistem saraf pusat, karena memang sudah ada beberapa bukti bahwa COVID-19 bisa langsung masuk ke otak dan menyerang saraf.
Kasus-kasus Pasien COVID-19 Sembuh yang Terinfeksi Dua Kali, Kok Bisa?
Terlepas dari kebaruan sifat virus SARS-CoV-2, dampak jangka panjang semacam ini juga terjadi pada beberapa infeksi virus lain. Salah satunya pada infeksi virus Zika yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan kesemutan, kelemahan, hingga kelumpuhan.
AGEN DOMINO QQ
Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini memang disebut sebagai infeksi pernapasan yang menyerang paru. Namun ternyata efeknya lebih dari sekadar infeksi paru-paru, gejala infeksi virus ini terjadi di berbagai organ tubuh.
AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA | GAMPANG MENANG !!!
Peneliti terus mengembangkan studi untuk memahami infeksi COVID-19 dan fakta-fakta baru yang terus memberi kejutan. Oleh karena itu, petugas medis berpesan agar masyarakat tetap berhati-hati, sebab siapapun itu bisa memiliki risiko tidak terduga.






0 komentar:
Posting Komentar