Kamis, 05 November 2020

CAHAYA : Kisah Akbar, Pemulung Asal Garut yang Rajin Mengaji dan Salat


CAHAYA :  Kisah Akbar, Pemulung Asal Garut yang Rajin Mengaji dan Salat

Muhammad Gifari Akbar (16) menjadi perbincangan warganet usai fotonya yang sedang mengaji di Jalan Braga, Kota Bandung tersebar di media sosial. Foto yang diperbincangkan itu diambil saat remaja asal Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut itu tengah menunggu hujan reda di sela-sela kegiatannya mencari rongsokan.


Akbar berasal dari keluarga sederhana di Kabupaten Garut. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara ibu kandungnya meninggalkannya sejak masih balita. Di Garut, Akbar tinggal bersama kakek dan neneknya. AGEN POKER ONLINE

AGEN POKER ONLINE - AGEN DOMINO QQ - AGEN BANDAR Q - AGEN SAKONG - AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA

Saat ditemui di rumahnya, Akbar mengaku tidak menyangka fotonya menjadi perbincangan positif warganet. Akbar pun mengaku tidak mengetahui sosok siapa yang mengambil gambarnya dikala menunggu hujan di Jalan Braga. Ia baru tahu setelah pihak kepolisian memberitahunya.


Ia bercerita bahwa gambarnya yang sedang mengaji di Jalan Braga itu seingatnya antara Sabtu atau Minggu. Saat itu Akbar mengaku sedang mencari rongsokan di sekitar Jalan Braga. Karena hujan turun, ia pun kemudian berteduh di pelataran toko. Mengisi waktu menunggu hujan reda, ia memilih membaca Alquran.


"Memang niatnya ingin menghafal Alquran. Daripada bosen menunggu hujan hanya berdiam diri, mending membaca Alquran. Saya tidak tahu ada yang foto, tahunya dari polisi, ada foto saya di medsos," kata Akbar kepada wartawan, Kamis (5/11).


Selama ini, Akbar yang berasal dari keluarga sederhana itu memang kerap hidup di jalanan dan sesekali pulang ke rumahnya di Garut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti untuk makan, ia mencari rongsokan kemudian menjualnya.


Dari mengumpulkan rongsokan, dalam sehari Akbar bisa mendapat uang hingga Rp 100 ribu ketika sedang ramai. Uang itu digunakannya untuk makan sehari-hari. Ketika sama sekali tidak ada uang, ia membaca Alquran. Sebab, menurut dia, dengan membaca Alquran rasa lapar akan hilang.


Walau hidup di jalanan, Akbar tidak terjerumus dengan kehidupan jalanan yang kerap dikaitkan dengan pergaulan bebasnya. Hal tersebut karena Akbar senantiasa menjaga dan melaksanakan pesan dari orang tuanya agar selalu ingat salat lima waktu dan mengaji.


Di setiap melakukan perjalanan, Akbar mengaku selalu membekali diri dengan sarung dan mushaf Alquran. Ia tidak pernah meninggalkan kedua barang tersebut. Saat ada waktu luang, baik setelah selesai mencari rongsokan atau berteduh saat hujan, Akbar dipastikan pasti akan membaca Alquran.

AGEN DOMINO QQ

"Yang ngajarin bawa Quran terus itu Bapak. Dari kecil dikasih pesan kalau mau ke mana-mana jangan lupa salat, ibadah lima waktu, sama ngaji dan zikir," kata anak dari pasangan Unan (42) dan Siti ini.


Di Garut, Akbar tinggal bersama Iji (72) dan Uti (71), kakek dan neneknya. Ia tidak lama jika berada di Garut, kebanyakan Akbar selalu melakukan perjalanannya sendiri dengan jalan kaki setelah putus sekolah.


Akbar mengaku hanya sekolah sampai kelas 4 SD. Beberapa saat setelah putus sekolah, ia melakukan perjalanan di dalam maupun luar kota, bakan luar pulau. Di Garut, ia hanya tinggal satu dua hari saja.


Alasan Akbar melakukan perjalanan itu karena ia tidak betah karena hanya diam tanpa ada pekerjaan. Oleh karena itu, ia pun mencoba mencari kehidupan di luar rumah sampai saat ini.


"Pernah ngamen juga, sekarang kumpulin rongsokan," katanya.


Perjalanannya, diakui Akbar, biasanya paling dekat ke Bandung. Sambil mencari rongsokan, untuk sampai ke Bandung bisa mencapai empat hari dari Garut. Namun, pernah juga ia melakukan perjalanan ke Jakarta, Yogyakarta, bahkan Lampung. Karena perjalanannya itu, ia tidak hanya mahir berbahasa Sunda dan Indonesia saja, bahasa Jawa pun ia bisa.


Akbar mengaku bahwa perjalanannya tidak memiliki tujuan. Ia hanya melakoninya saja dengan tetap mengingat pesan orang tua, salat dan mengaji Alquran.


Kini, Akbar mengaku banyak dicari orang setelah fotonya di Jalan Braga viral. Di antara orang yang mendatanginya adalah perwakilan dari Ustaz Yusuf Mansur dari Jakarta. Selain itu, banyak juga sejumlah orang lainnya yang datang dan menawarkan untuk masuk pesantren.


Walau begitu, Akbar mengaku ingin masuk pesantren yang lokasinya di Garut atau Bandung. "Enggak mau yang jauh-jauh," kata dia.


Akbar memang sangat ingin di mesantren, karena ia memiliki niat untuk membangun pesantren di masa tuanya. Niatan tersebut didukung penuh keluarganya, apalagi Akbar sudah lama putus sekolah.

AGEN BANDAR Q

"Niatnya memang mau pesantren, soalnya niat nanti kalau sudah tua masa depannya mau bangun pesantren. Mudah-mudahan tercapai," harapnya.


Sementara itu, Uti menyebut bahwa cucunya memang sudah ditinggalkan ibu kandungnya sejak berusia 8 bulan. Ibu kandung Akbar mengaku hendak menjadi TKW di Arab Saudi, namun hingga saat ini ia tidak pernah mendengar kabar yang jelas tentang Siti, ibu kandung Akbar.


Ayah kandung Akbar, disebut Uti kini telah menikah lagi. Hal tersebutlah kemudian yang menjadikan Akbar tidak kerasan tinggal di rumah dan melanjutkan sekolah. Setelahnya, Akbar selalu hidup di luar rumah dengan mengamen dan mengumpulkan barang rongsokan.


"Dia keluar awalnya mau nyari ibunya juga," kata Uti.


Uti mengungkapkan bahwa cucunya memang sangat jarang ada di rumah. Biasanya, cucunya hanya ada di rumah selama satu dua hari saja, sisanya selama berbulan-bulan tinggal di jalanan.


Walau lebih banyak tinggal di jalanan, Uti mengaku sangat mempercayai Akbar tidak akan terpengaruh hal negatif dan selalu ingat untuk beribadah.


"Sejak kecil Akbar sudah diajarkan untuk selalu salat lima waktu dan mengaji. Memang dari dulu juga saya ajarin ngaji terus," sebutnya.

AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA | GAMPANG MENANG !!!

Di rumahnya, merdeka.com sempat mendengarkan Akbar membaca Alquran. Bacaannya baik, suaranya pun enak didengar.


"Saya berharap agar Akbar istiqamah dan tidak melupakan nasihat kami untuk selalu salat dan ngaji Quran," tutup Uti.

0 komentar:

Posting Komentar