Kamis, 01 Oktober 2020

CAHAYA : Kapten TNI Pasang Ranjau Anti-Tank depan Rumah Mayjen Soeharto Agar Tak Diculik

CAHAYA : Kapten TNI Pasang Ranjau Anti-Tank depan Rumah Mayjen Soeharto Agar Tak Diculik


Peristiwa G30S PKI salah satu sejarah Indonesia yang paling kelam. Sebanyak enamjenderal dan satu perwira TNI AD tewas dibunuh dan jasadnya dikubur di Lubang Buaya, Jakarta Timur.


Setelah peristiwa G30S PKI, saling curiga dan juga suasana panas antar satuan terjadi. Kapten TNI Eddie M Nalapraya bahkan sampai memasang sebuah ranjau anti-tank di rumah Mayjen Soeharto.


Saat itu, Kapten Eddie diberikan tugas untuk mengawal para Jenderal Angkatan Darat, tak terkecuali Menteri Panglima Angkatan Darat yang dipegang oleh Mayjen Soeharto setelah Letjen Ahmad Yani tewas diculik gerombolan Letkol Untung. Demi menjaga hal-hal yang tak diinginkan, Eddie memasang sebuah ranjau di rumah Mayjen Soeharto. Simak lanjutan ulasan berikut. AGEN POKER ONLINE

AGEN POKER ONLINE - AGEN DOMINO QQ - AGEN BANDAR Q - AGEN SAKONG - AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA

Perlu diketahui, Kapten TNI Eddie M Nalapraya berasal dari pasukan Kujang Siliwangi yang merupakan dikenal tangguh. Selain itu, memiliki pengalaman operasi tempur mulai dari menumpas PRRI/Permesta, DI/TII di Jawa Barat juga Sulawesi dan pemberontakan yang lain. Hal tersebut membuat Brijen Soemitro langsung menganggukkan kepala tanpa bertanya lagi ketika Eddie memberikan laporan pada November 1965.

"Kujang adalah brandname," kata Eddie menggambarkan 'tersohornya' pasukan Kujang saat itu.


Seperti dikisahkan dalam buku Jenderal Tanpa Angkatan, Memoar Eddie M Nalapraya, Jenderal Tanpa Angkatan, terbitan Zigzag Creative, pasukan pengawal tersebut diberi nama Kosatgas yang terdiri dari dua kompi pasukan Raider dari Indonesia Timur. Ditambah satu detasemen panser lengkap terdiri dari Saracen, Ferret juga Saladin. AGEN DOMINO QQ

AGEN POKER ONLINE - AGEN DOMINO QQ - AGEN BANDAR Q - AGEN SAKONG - AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA

Bukan hanya itu, jeep yang dimiliki oleh Letkol Herman Sarens Sudiro dibongkar serta dipasangi senapan mesin dan peluncur granat. Pasukan TNI AD tak ingin kembali kecolongan seperti pada malam penculikan sebanyak tujuh Jenderal beberapa waktu sebelumnya.


Eddie mengatakan rumah Soeharto yang berada di Jl Agus Salim sudah dikawal sebanyak satu kompi pasukan Zeni (kira-kira sekitar 80 orang). Akan tetapi Eddie merasa bahwa itu masih kurang dan membuatnya menugaskan satu peleton (20 orang pasukan) ditambah dengan beberapa panser guna mengawal Mayjen Soeharto.


Pada tiap malamnya, Eddie turut berjaga di rumah Soeharto karena tak mau lagi kecolongan. Ia bahkan memasang ranjau anti-tank di jalan menuju rumah Soeharto sehingga apabila ada pasukan yang menyerang, ranjau itu siap diledakkan.


Saat itu Soeharto tidak mengetahui alasan Eddie memasang ranjau tersebut setiap sore hari dan kemudian melepaskannya pada pagi hari. Namun ternyata, Eddie hanya mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

"Saya lakukan itu untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," kata Eddie.


Pasukan Tjakrabirawa dan kekuatan lain yang berseberangan dengan Angkatan Darat masih ada. Apabila ada penculikan, maka target utamanya adalah Soeharto dan Eddie tak mau ambil risiko.


Suatu malam, Mayjen Soeharto mencoba untuk memanggil Eddie guna diam-diam mencari tahu siapa pengawalnya yang satu ini.

"Die, Eddie sini," panggil Pak Harto. AGEN BANDAR Q


Eddie pun kemudian mencoba menghampiri Soeharto dengan penuh hormat. Kemudian, ia disodorkan sebatang cerutu Kuba dan mengajaknya mengobrol. Pertanyaan Soeharto salah satunya adalah tentang pengalaman tempurnya.

AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA | GAMPANG MENANG !!!

Soeharto pun cukup senang mendengar penugasan tempur Eddie. Ia juga sangat kerasan atas kinerja Kapten Eddie sehingga memintanya agar tetap mengawal bahkan menjadi komandan detasemen kawal pribadi, ring paling dekat dengan Soeharto.

0 komentar:

Posting Komentar